Harapan

Sugeng Enjang, Mbah…” Bu Gino menyapa ramah.

Nggih…” Mbah Syamsi tersenyum. Agak kecut.

Untuk kesekian kalinya dalam pagi ini, mesin penghitung dalam otak tuanya kembali bekerja. Hasilnya tak berubah. 201.

Bu Gino memandang punggung Mbah Syamsi dengan prihatin.

Uang kirimanmu setengah tahun yang lalu sudah kuirit-irit, Le. Tapi tak sampai tiga bulan sudah habis.

“Kartu BLSM-nya dibawa, Mbah?” pertanyaan petugas kelurahan membuyarkan lamunannya.

 

63

Advertisements

14 responses

Have a word? Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s