Tafsir Al Mishbah [Minggu, 14 Juli 2013]

(Setiap hari selama Ramadhan di Metro TV, 3.00 WIB)
Surat Hud 36-49

Dalam doa naik kendaraan terdapat kalimat “Inna rabbi laa ghafuururrahiim” (Sesungguhnya Engkau wahai Tuhanku, Maha Pengampun dan Penyayang). Mengapa berdoa demikian?
Karena ketika sudah di atas kendaraan banyak orang yang sudah merasa aman. Merasa bahwa ia yang punya kemampuan menjalankan kendaraan dan pasti akan tiba dengan selamat di tujuan. Karena itu kita diajarkan untuk memohon ampun pada Tuhan karena kesombongan tersebut.

Situasi yang paling mencekam dalam kehidupan Nabi adalah pada saat beliau berdakwah di Thaif. Ketika itu Nabi diusir, diejek, dimaki-maki, dilempari batu oleh anak-anak. Nabi sangat sedih. Selain itu beliau juga dalam kondisi kelaparan. Kemudian datanglah Jibril dan menanyakan pada Nabi, jika beliau mengijinkan, Jibril siap menimpakan gunung pada kaum Thaif yang telah durhaka dan menyakiti hati Nabi tersebut.
Apa jawaban Nabi? Beliau berkata jangan. Nabi masih berharap agar ada anak cucu mereka kelak yang akan berbuat baik dan mendapat hidayah.
Salam ‘alaika wahai Nabi yang berhati lembut. Semoga kami bisa mengikuti teladan itu.

Kisah ini mengajarkan pada kita umat Nabi Muhammad untuk tidak mendoakan keburukan bagi orang lain. Sebab selalu akan ada harapan untuk kebaikan. Terlebih lagi apabila ada orang berdoa, malaikat pun ikut mendoakan orang tersebut:  Ya Allah kabulkanlah doa orang ini dan berilah juga padanya sebagaimana yang dia doakan untuk orang lain.

Pertanyaan:
Bagaimana caranya untuk menjaga anak kita agar selamat duna akhirat?

Pak Quraish menceritakan tentang seorang ibu yang mempunyai anak 12 orang,  dan semuanya menjadi orang yang berhasil. Saat ditanya apa rahasianya, ibu tersebut mengatakan ada dua hal yang selalu dijaganya:
1. Tidak pernah memberi anaknya dengan makanan haram.
2. Apabila anaknya nakal, tidak pernah mengutuk (dasar anak nakal!) tetapi mendoakan dengan kebaikan.

Pernah suatu ketika cucu Nabi yang masih kecil mengambil kurma zakat dan menaruhnya di mulut. Orang yang berzakat tidak mempermasalahkannya dan justru merasa gembira karena bisa menyenangkan cucu Nabi. Tetapi Nabi tidak diam saja. Beliau mengeluarkan kurma tersebut dari mulut cucunya, sebab itu bukan haknya. Pelajaran yang bisa diambil: menjaga anak-anak sedini mungkin dari hal-hal sekecil apapun yang bukan hak nya.

Kalau anda mendengar sesuatu yang buruk dari orang lain, jangan buru-buru menganggapnya buruk. Bisa jadi penyampainya yang salah menyampaikan maksudnya. Jangan lekas menuduh. Cari dulu kemungkinan-kemungkinan baiknya.
Begitu juga saat Islam disalah-pahami. Bisa jadi ini kesalahan kita sebagai Musim bahwa kita belum memberikan perilaku yang baik di masyarakat.


Kesimpulan:

* Manusia tidak boleh putus harapan
* Allah tidak akan membinasakan suatu kaum kecuali sudah benar2 terputus dari jiwanya benih2 kebaikan
* Anak baru sadar nasihat orang tuanya benar ketika dia sampai pada usia orangtuanya
* Dalam hidup carilah kedamaian. Menuju pada Tuhan yang Maha Damai.

Advertisements

Have a word? Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s